Evakuasi Korban Banjir di Indramayu, Tim SAR Temukan Dua Orang Meninggal

Tim gabungan yang mengevakuasi korban bencana banjir di Indramayu menemukan dua orang yang meninggal. Dua warga ditemukan meninggal dunia saat bencana banjir akibat meluapnya sejumlah sungai melanda Kabupaten Indramayu. Keduanya adalah Karni dan Sami (95), masing masing warga Blok 9 dan Blok 3 Desa Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, keduanya ditemukan meninggal dunia saat petugas tengah melakukan proses evakuasi warga pada Senin (8/2/2021) kemarin. Deden Ridwansah mengatakan, kedua korban meninggal dunia akibat sakit. Korban pun pada saat itu juga langsung dievakuasi petugas menggunakan kantung jenazah.

Berdasarkan data yang dicatat Basarnas Bandung hingga Senin (8/2/2021) pukul 16.00 WIB, ada sebanyak 4.400 jiwa yang saat ini mengungsi di Kecamatan Haurgeulis. Dengan rincian, di Masjid Annur Kertanegara 2100 orang, SMK Muhammadiyah Haurgeulis 657 orang, Masjid Al Furqon Haurgeulis 28 orang, Masjid Al Istiqomah Mekarjati 600 orang, SDN Gandamulya Haurgeulis 1000 orang, dan SMK Al Irsyad Cipancuh 15 orang. "Cuaca di lokasi kejadian terpantau mendung dengan TMA berkisar antara 10 250 centimeter," ujar dia.

Sekadar informasi, sampai saat ini bencana banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu. Sebanyak 5.450 warga mengungsi akibat banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Indramayu sampai Senin (8/2) pukul 21.10. Permukiman dan fasilitas umum masyarakat pun terdampak banjir tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, sekitar dua per tiga dari total kecamatan di Indramayu terdampak banjir tersebut, yakni Kecamatan Haurgeulis, Kroya, Cikedung, Terisi, Bangodua, Lelea, Lohbener, Kertasmaya, Sukagumiwang, Sindang, Indramayu, Cikedung, Bongas, Losarang, Kandanghaur, Widasari, Gebuswetan, Anjatan, Sukra, Pasekan, Cantigi, Jatibarang, Krangkeng, dan Tukdana. Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, mengatakan, total pengungsi mencapai 5.450 orang dan masih dalam penghitungan. "Penyebabnya luapan air dari Sungai Cilalanag, Cipanas, Cipelang, dan Cimanuk. Debit air yang tinggi membuat air limpas dari tanggul ke jalan umum," katanya melalui ponsel, Selasa (9/2).

Akibatnya, tinggi muka air di daerah permukiman sekitar 50 250 cm. BPBD Provinsi Jabar pun berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Indramayu untuk melakukan kaji cepat dan penanganan. Sampai Senin (8/2/2021) pukul 19.00 WIB, sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi terendam banjir sampai ketinggian 150 cm. Banjir pun merendam sembilan kecamatan di Kota Bekasi sampai Selasa (9/2/2021) pagi.

Di Kabupaten Bekasi, banjir merendam Kecamatan Cikarang Utara, Babelan, Muraagembong, Cibitung, Cabangbungin, Pebayuran, Sukawangi, Sukatani, Cikarang Timur, Cikarang Barat, Cikarang Pusat, Bojongmangu Tambun Selatan, dan Tambun Utara. Sedangkan di Kota Bekasi, Banjir terjadi di Kecamatan Rawalumbu, Bantar Gebang, Mustikajaya, Medan Satria, Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, mengatakan banjir disebabkan hujan dengan intensitas yang tinggi sehingga ketinggian air sampai 150 cm.

"BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, melakukan pemantauan tinggi muka air Kali Cileungsi, Cikeas, dan Kali Bekasi," katanya melalui ponsel, Selasa (9/2/2021). BPBD pun melakukan koordinasi dengan RT, RW, kelurahan dan kecamatan terdampak banjir dan melakukan evakuasi warga terdampak banjir. Kemudian memberikan bantuan logistik kepada korban terdampak banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *